Bunda Wajib Tahu, Inilah Bahan untuk Membuat Popok Bayi

 Popok bayi menjadi salah satu perlengkapan yang wajib ada di rumah saat buah hati baru saja lahir. Bahkan terkadang popok bayi masih diperlukan saat usia buah hati sudah mencapai umur tiga tahun. Pabrik popok yang pertama kali diperkenalkan oleh Maria Allen tahun 1887 di Amerika Serikat menjadi pemantik hadirnya pabrik-pabrik popok dan berbagai jenis popok saat ini. Sudah banyak toko resmi atau official store drypers yang kini berlomba-lomba untuk menawarkan produk popok mereka masing-masing.

Seperti halnya sebuah restoran, resep yang menghasilkan masakan enak dan nikmat lah yang akan menang di hati pembeli. Begitu pula dengan popok bayi, popok yang nyaman, aman, dan mempunyai kualitas bahan baik yang akan menang. Setiap bahan-bahan untuk membuat popok bayi tersebut tentu akan berpengaruh terhadap kulit bayi.

Bunda Harus Hati-Hati Dalam Memilih Popok

Kulit bayi yang masih sensitif menjadi alasan paling utama mengapa harus berhati-hati dalam memilih popok bayi. Jika salah memilih baik dari segi ukuran, bahan serta pemakaian akan menyebabkan risiko bagi buah hati. Oleh sebab itu, sebagai seorang ibu mengetahui kondisi dan sifat kulit bayinya adalah hal wajib. Dengan begitu, popok bayi yang dipilih memiliki bahan-bahan yang tidak berbahaya untuk kulit si buah hati. Berikut bahan yang dipakai oleh kebanyakan popok bayi:

1. Super Absorbent Polymer

Lebih dikenal dengan sebutan SAP, bahan popok yang baru muncul di tahun 1980. Dalam waktu singkat, SAP mampu menyerap beberapa ratus kali air. Hal tersebut yang menjadi alasan berbagai official store drypers menggunakannya sebagai bahan wajib dalam membuat popok.

2. Nom woven

Sebagai bahan pengganti plastik atau kertas, bahan ini menduduki posisi kapasitas produksi pertama di dunia. Bahan jenis ini tidak hanya lembut, melainkan juga ramah lingkungan dibandingkan dengan plastik. Meskipun tidak sehabat SAP dalam menyerap air, sifatnya yang elastis membuat nom woven juga dipakai di berbagai perlengkapan lainnya seperti totebag shopping.

3. Kertas Tisu

Keberadaan tisu sangat mempermudah dalam menjaga kebersihan. Ada beragam jenis tisu dimana salah satunya adalah kertas tisu. Kertas tisu ini merupakan kertas gramatur yang dibuat dari bubur kertas asli atau yang telah di daur ulang.

Ketiga bahan di atas memiliki peran masing-masing dalam berfungsinya popok bayi untuk menyerap urin. Bahan pendukung lain tentu dibutuhkan dan akan berbeda-beda untuk setiap popok. Hal tersebut dikarenakan setiap official store drypers atau pabrik popok bayi mempunyai riset dan inovasi tersendiri. Dengan mengetahui bahan tersebut, bunda dapat mengkonsultasikan popok mana yang tepat untuk sang buah hati dengan dokter. Jika terdapat iritasi pada kulit bayi segera konsultasikan dengan dokter agar iritasi bisa segera diatasi.